post

Zidane Kecewa Pada Penampilan Ronaldo

Publik tentu masih ingat aksi sang bintang mahal dunia yang mendorong wasit beberapa saat lalu pada leg pertama Piala Super Spanyol kontra Barcelona, Christiano Ronaldo. Tentu saja aksi yang kurang baik tersebut membuat Ronaldo kecewakan Zidane sebab diskorsing selama empat laga La Liga.

 

Ronaldo pun juga dikabarkan harus membayar denda sejumlah 3005 euro akibat aksi nekat tersebut. Selain itu, skors akibat kartu merah membuat akumulasi skorsing Ronaldo menjadi lima laga La Liga.

 

Penampilan perdana sang bintang peraih Ballon d’Or beberapa kali itu jauh dari harapan. Performanya saat menjamu Espanyol adalah hasil yang kurang memuaskan menurut sang pelatih yang juga mantan pemain Real Madrid tersebut. Padahal seharusnya Ronaldo kecewakan Zidane tidak terjadi setelah lama absen pada laga pertandingan La Liga Spanyol. Ia diharapkan mampu menciptakan banyak gol seperti sosok Ronaldo yang selama ini dikenal publik.

 

Ronaldo kecewakan Zidane nyatanya tidak mampu mempersembahkan satu gol pun di kandang sendiri. Justru pemain lain yakni Isco berhasil memberikan dua gol kemenangan untuk para pendukung Los Blancos di Santiago Bernabeu. Tentu hasil tersebut membuat nama Ronaldo sedikit kurang didengungkan para Madridista. Apalagi Ronaldo berhasil mencetak lima gol dalam dua laga Liga Champions namun belum satu pun untuk klub tercinta di ajang La Liga Spanyol.

 

Sebenarnya pemain asal Portugal yang berusia 32 tahun tersebut memiliki beberapa peluang untuk menciptakan gol selama laga kontra Espanyol berlangsung. Ronaldo kecewakan Zidane karena ia bermain dalam kondisi yang fit namun urung menciptakan gol.

 

Meski begitu, pelatih asal Perancis tersebut mengakui bantuan Ronaldo kepada Isco yang luar biasa hingga mampu tumbangkan Espanyol. Zidane pun berharap peruntungan sang pemain di bawah gawang akan berubah lebih baik pada pertandingan selanjutnya.

 

Sejauh ini, karir sepak bola Ronaldo memang cemerlang sejak hengkang dari Manchester United dan bergabung dengan Los Blancos pada tahun 2009 yang lalu. Ia berhasil mempersembahkan banyak gol yang membuat namanya tercatat sebagai pemain terbaik dunia.

 

Ronalfo bahkan mengalahkan Lionel Messi dan Gianluigi Buffon pada penganugerahan pemain terbaik Eropa pada bulan Agustus lalu di Monaco. Ronaldo menjelma menjadi ikon Real Madrid sejak bergabung hingga hamper satu dekade ini.

 

25 gol yang dipersembahkan sang mega bintang musim lalu tampaknya menjadi rekor gol terendah yang diberikan Ronaldo selama ia bergabung bersama Los Blancos. Tentu Ronaldo harus kembali memperbaiki performa apiknya jika ingin kembali mendapatkan status sebagai top scorer musim anyar La Liga.

 

Ronaldo kecewakan Zidane tentu tak akan kembali berulang. Ini mengingat pria satu anak itu adalah sosok pemain yang kerap menciptakan hat trick fantastis selain ikon sepak bola rival abadi, Lionel Messi

post

Sambutan Hangat Al-Khelaifi Untuk Mbappe

Sambutan hangat dilayangkan oleh Al-khelaifi atas kedatangan Mbappe. Sambutan itu dirasa sangat pantas sebab Mbappe ikut bergabung bersama Les Parisien. Atas bergabungnya Mbappe ke Les Parisien diharapkan mampu mengudarakan kesuksesan PSG pada setiap musim. Sedangkan di sini, Mbappe menyatakan ingin bermain dengan Neymar, penyerang anyar yang handal.

 

Baca Juga : Sbobet Mobile – Kasus Penggelapan Pajak Ronaldo

 

Dibalik sambutan hangat Al-khelaifi kepada Mbappe, Al-khelaifi menyimpan rasa senang luar biasa dan harapan kepada Mbappe. Sepreti pernyataan Al-khelaifi sendiri, bahwa dia sangat senang dengan gabungnya Mbappe ke PSG. Dengan bergabungnya pemain tersebut diharapkan PSG meraih kesuksesan lebih banyak lagi. Bergabungnya Mbappe diharapkan membawa dampak yang baik untuk Al-khelaifi.

 

Awal mula bergabungnya Mbappe sebenarnya menjadi spekulasi banyak pihak. Akankah Mbappe benar-benar mengakhiri perjuangannya bersama AS Monaco dan berpindah kepada PSG? Meskipun belum muncul jawaban yang benar, namun sekarang jawaban sebenarnya telah ditemukan. Dengan bukti kesungguhan Mbappe bergabung dengan PSG dan rela meninggalkan klubnya dulu.

 

Disini pernyataan yang tidak kalah mengejutkan adalah saat PSG mengumumkan bahwa, Mbappe akan digaet melalui status pinjaman dalam waktu satu musim, sampai  tanggal 0 Juni 2018. Kesepakatan disanggupi dengan opsi, pembelian dilakukan secara permanen. Andaikan diaktifkan, artinya mengikat Mbappe sampai kontrak 30 Juni 2022.

 

Penyebutan pada media-media tidak secara rinci. Namun kabar yang beredar menyebutkan PSG rela mengeluarkan dana mencapai 180 juta euro demi bergabungnya Mbappe. Penghargaan tersebut sebenarnya sebanding dengan prestasi Mbappe, yang bermain apik pada bursa transfer musim panas tahun ini. Mbappe pemain ini masih dikenal amat muda, masih berusia 18 tahun.Pemain muda ini juga dikaitkan bersama klub besar Eropa, salah satu klub Real Madrid.

 

Dengan sambutan hangat Al-khelaifi terhadap Mbappe membuat PSG menjadi perhatian publik pada transfer musim tahun ini. Sebelumnya klub ini menjadi jendela perhatian karena membawa Neymar dari Barcelona. Meskipun mengantongi perhatian dunia yang luar biasa ternyata PSG juga mendapat kecaman keras.

 

Dari semua sambutan hangat Al-khelaifi tidak membuat semua dunia senang. Presiden La Liga berkali-kali melayangkan ancaman kepada PSG, Jevier Tebas sangat tidak suka atas PSG yang berani menggondol satu pemain bari Barcelona, Neymar. Ancaman terbesar dari Tebas adalah ingin membawa PSG ke meja pengadilan di seluruh Eropa. Namun ancaman tersebut sampai sekarang belum terlaksana.

 

Sambutan hangat Al-khelaifi mengundang kontroversi yang luar biasa, karena sebelumnya Neymar dari Barcelona juga digondol oleh PSG. Ancaman Tebas tidak hanya sampai disitu, Tebas terus menyuarakan agar PSG dihukum oleh UEFA dan Manchester City yang dianggap mengkoyakan pasar sepakbola. Perlakuan Tebas seperti itu membuat Prancis semakin geram, sehingga Ligue 1 mengunyah keras ucapan Tebas itu.

 

Ligue 1 mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan untuk Tebas. Inti dari penyataan tersebut, Ligue 1 mengingatkan kekuatan dan aturan-aturan hanya bisa dibuat oleh UEFA. Disini yang menentukan patuh maupun tidak terhadap FFP juga UEFA. Kelakuan Tebas sedemian itu dikarenakan rasa panik Tebas karena tim seunggul Barca sekarang tak kebal dari kekuatan uang tim kaya lainnya.

post

Kesebelasan AS Monaco Sedang Panen Raya

Tim AS Monaco ibarat sebuah ladang yang sangat subur untuk para pemain bibit muda untuk dirawat, dipanen, kemudian dijual, akan tetapi tanpa harus mengorbankan prestasi tim. Di dalam beberapa musim terakhir ini, setiap kali bursa transfer dimulai, Tim AS Monaco kerap kali menjadi rujukan utama bagi tim-tim Elit Eropa guna bisa memenuhi hasrat besar mereka dalam belanja pemain. AS Monaco, harus kita akui, selalu berhasil memproduksi pemain usia muda yang sangat berkualitas.

 

Padahal di dalam empat musim yang lalu, Tim AS Monaco itu mencanangkan revolusi usai sukses promosi ke Ligue 1 Perancis 2013-2014 dengan menggelontorkan dana mencapai €150 juta guna mendatangkan pemain-pemain anyar, diantaranya ialah James Rodriguez dan juga Radamel Falcao. Hasilnya cukup memuaskan dikarenakan mereka bisa langsung mengakhiri kompetisi sebagai runner-up pada musim itu.

 

Akan tetapi pemilik Tim AS Monaco, Dmitry Rybolovlev beserta wakil presiden klub, Vadim Vasilyev tiba-tiba saja merubah haluan timnya pada musim panas tahun 2014. Sebuah kebijakan “Glaticos” ini dinilai akan sangat beresiko dikarenakan AS Monaco akan selalu dibayang-bayangi hukuman Financial Fair Play, yang pada saat itu baru saja diperkenalkan oleh pihak UEFA, dan juga merupakan sebuah masalah soal pajak mengingat mereka merupakan tim yang berbasis di negara suaka pajak.

 

Singkat cerita, kebijakan yang diambil ialah mengembangkan para pemain muda kemudian membiarkan mereka pergi saat waktu yang pas. Dimulailah sebuah proyek batu milik Tim AS Monaco tersebut.

 

Akademi tim, La Turbie, mampu berkembang dengan sangat pesat. Pelatih Leonardo Jadim dengan sangat berani mempromosikan pemain-pemain muda seperti Yannick Ferreira Carrasco, Layvin Kurzawa, dan juga pemain paling sensasional, Kylian Mbappe. Para pendukung AS Monaco seperti dibawa ke masa lalu tim saat berhasil menelurkan beberapa pemain terbaik seperti Thierry Henry, Emmanuel Petit juga Lilian Thuram, yang sukses menjadi pemain penting tim nasional Perancis saat berhasil menjadi juara Piala Dunia 1998 serta Euro 2000.

 

Akan tetapi yang lebih pantas diacungi jempol ialah kinerja dari para pemandu bakat AS Monaco. Mereka mampu mencuri pemain dengan kemampuan baik dari klub lainnya. Setelah berhasil memboyong pemain tersebut, mereka dimainkan di tim utama, dan dalam satu-dua tahun selanjutnya harga para pemain tersebut bisa melonjak sangat tajam. Contohnya seperti : Martial, Kondogbia, Bakayoko, Bernardo Silva, dan Benjamin Mendy.

 

Namun dengan penjualan-penjualan tersebut AS Monaco tetap memiliki performa yang stabil, bahkan musim lalu mereka berhasil menjadi juara Liga Perancis dan juga menjadi tim semifinalis Liga Champions.Menjadi tim penjual namun tetap bisa mempertahankan prestasi tim di atas lapangan tentu saja bukanlah persoalan yang gampang, akan tetapi AS Monaco telah berhasil melakukan hal itu dengan sangat mulus. Para pecinta sepakbola tentunya akan setia menanti panen raya AS Monaco selanjutnya

PSG dan Man City Di Awasi Oleh UEFA Dalam Bursa Transfer

UEFA awasi PSG dan Man City – Pada bursa transfer musim panas 2017, UEFA awasi PSG dan Man City dalam melakukan persiapan untuk kompetisi musim 2017/18 mendatang. Tindakan UEFA awasi PSG dan Man City ini dipicu karena The Citizen sudah mengeluarkan dana sebesar 220 juta pounds setara Rp 3,9 triliun untuk mendapat 5 pemain muda. Sementara PSG berencana membawa Neymar JR, dengan mahar 222 juta Euro setara dengan Rp 3,5 triliun.

 PSG dan Man City Di Awasi Oleh UEFA dalam Bursa Transfer

5 pemain muda yang berhasil di bawa Manchester City, diantaranya Danila Luis da Silva dari Real Madrid, Ederson Moraes dari Benfica, Kyle Walker dari Tottenham Hotspur dan Benjamin Mendy dari AS Monaco. Sementara Paris Saint Germain, sejauh ini baru membelanjakan 16 juta Euro setara dengan Rp 250 miliar, dengan mendatangkan pemain Real Sociedad Yuri Barchiche.

 

Setelah PSG menjual 2 pemainnya, yaitu Youssouf Sabaly dan Jean-Kevin Augustin dengan total transfer sebesar 17 juta Euro. Maka raksasa Prancis ini masih memiliki keuntungan transfer, sebesar 1 juta Euro.

 

Mengingat bursa transfer masih berjalan, tetap UEFA awasi PSG dan Man City. Hal ini dikarenakan manajemen dari Paris Saint-Germain memiliki rencana untuk membawa Neymar JR ke Parc des Princes. Menurut berita yang telah beredar, PSG sudah mempersiapkan dana sebesar 222 juta Euro untuk membuat Barcelona melepas pemain berusia 25 tahun tersebut.

 

Berdasarkan catatan bursa transfer di atas, membuat UEFA awasi PSG dan Man City di bursa transfer 2017. Pasalnya The Citizens dapat berpeluang melanggar peraturan FFP (Financial Fair Play), hal ini bukan lagi menjadi yang pertama untuk Manchester City, mendapat pengawasan khusus dari UEFA di bursa transfer.

 

Selain itu,Paris Saint-Germain dan Manchester City, pernah mendapat sanksi dari UEFA karena telah melanggar peraturan FFP. Petinggi UEFA yang memantau berjalannya bursa transfer menjelang kompetisi 2017/18, Andrea Traverso juga mengawasi 2 club Serie A yaitu AS Roma dan Inter Milan.

 

PSG dan Man City harus patuh terhadap peraturan FFP, bahkan aturan ini berlaku untuk semua club yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi di Eropa. Di dalam aturan itu dikatakan, setiap club tidak boleh mengalami kerugian dalam pembelian pemain. Kerugian yang masih bisa mendapat toleransi dari UEFA sebesar 26,8 juta pounds dalam 3 musim terakhir.

 

Manchester City pernah mendapat kasus FFP, dengan menjadi terdakwa sebagai pelanggaran terhadap aturan UEFA yang sudah ditetapkan pada tahun 2014. The Citizen mendapat hukuman, dengan mengurangi pemain yang ikut dalam kompetisi Champions League, dari 25 pemain hanya 21 pemain yang diperbolehkan ikut. Oleh karena itu tidak salah jika UEFA awasi PSG dan Man City di bursa transfer