post

Kita Butuh Kamu Indra Syafri

Gemuruh nama Indra Syafri, eks pelatih timnas u 19 yang dilengserkan, seperti gelombang yang berderu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat tim nasional U 19 dihajar hingga babak belur oleh tim tamu, Tim nasional Jepang U 19 25 Maret 2018. Para pecinta U-19 terlihat sangat kecewa dengan performa tim nasional U 19 di bawah asuhan Bima Sakti, sehingga mereka terus meneriakkan nama Indra Syafri di tribun penonton.

 

Bukan tanpa alasan, di bawah polesan pelatih yang kini berusia 55 tahun itu, timnas u 19 memiliki karakter bermain. Dan karakter itulah yang memicu supporter merindukan kehadiran Indra Syafri. Dinamisasi permainan dengan transisi bola-bola pendek, dan impresifitas tim yang dibangun oleh Indra Syafri menjadikan u 19 menjadi  tempat lahirnya para pemain berkelas layaknya Evan Dimas, Hansamu Yama, hingga Egy Maulana Vikri.

 

Namun saat ini, timnas u 19 seolah-olah tidak tahu cara mengalirkan bola, tidak tahu harus berbuat apa, tidak ada konsep bermain yang jelas, entah itu karena mereka tidak mampu mentransformasikan ide bermain sang pelatih anyar atau karena apa, semua masih abu-abu bahkan Egy Maulana Vikri yang diorbitkan oleh Indra Syafri dengan skil-skil dahsyat saat di bawah tangan dingin Indra seolah sirna tanpa bekas, dia tidak bisa berbuat banyak. Melihat performa timnas u 19 masyarakat gusar dan merindukan Indra Syafri.

 

Eks pelatih tim nasional u 19, Indra Syafri juga tidak berdaya menyaksikan mantan anak-anak asuhnya dibantai 4-1 oleh anak-anak Jepang dari tribun penonton. Di tribun tentunya Indra Syafri mendengar sayup-sayup namanya diteriakkan oleh para penonton yang hadir. Pelatih yang juga pernah menangani M Taufiq dan kawan-kawan di Bali United ini merasa tidak emosional dengan apa yang dilakukan oleh para supporter Timnas kala itu. Dimana mereka menginginkan dia duduk kembali dengan Egy dan kawan-kawan di timnas U 19.

 

Indra Syafri berkomentar soal para supporter yang meneriakkan namanya, “sah-sah saja mereka mau meneriakkan nama saya atau siapapun. Saya sangat mengahargai hal itu, dan jujur saya merasa senang. Akan tetapi saya tetap dengan penderian saya, karena saya orang yang realistis”, tandas pelatih yang memiliki kumis ini.

 

Melihat performa timnas Indonesia dengan pelatih anyarnya, Indra kembali memberikan asumsinya “semua skuat harus bekerja ekstra keras. Anak-anak harus segara beradapatarsi dengan pelatih, agar semua cita-cita semua dapat diraih. Ini adalah sebuah keputusan yang tidak bisa diganggu gugat” tekan Indra Syafri.

 

Pelatih yang pernah membuktikan dirinya mempunyai kualitas lewat piala yang dibawanya bersama timnas U 19 beberapa tahun ini, mengatakana bahwa, dirinya sangat mengapresiasi keinginan semua masyarakat yang ingin melihat dirinya kembali menukangi timnas u 19 lagi untuk yang ke tiga kalinya. Namun Indra Syafri lebih memilih untuk menjadi penengah antara keinginan masyarakat dengan kebijakan yang sudah diambil oleh pemerintah.

 

“saya sangat menghargaimnya jika ada yang menginginkan saya. Tapi tidak. Saya tidak mau berkomentar”, kilah Indra Syafri untuk mendinginkan keadaan.

 

Masyarakat harusnya menyadari bahwa, Bima Sakti butuh waktu karena itu bukan pekerjaan yang mudah terlebih Jepang adalah tim yang bagus. Hal ini senada dengan asumsi Indra Syafri , “saat ini timnas u 19 masih dalam tahap peralihan atau transisi. Semua butuh waktu dengan pelatih baru. Mereka juga menghadapi lawan yang bagus” papar Indra Syafri untuk menenangkan supporter yang terlihat kecewa.

post

Dua Tahun Kesempatan Untuk Gomez Buktikan Diri Di Persib

Persib Bandung atau yang biasa dijuluki klub maung Bandung yang pada kesempatan ini sudah resmi berada di bawah asuhan Mario Gomez yang berpaspor Argentina. Kehadiran Mario Gomez di klub Persib Bandung membuat PT Persib Bandung tidak memberikan target yang terlalu tinggi, hal ini karena anak didiknya harus beradaptasi d bawah didikan Mario Gomez yang masih terbilang baru menjadi pelatih mereka. Mario Gomez berhasil mendapatkan kontrak 2 tahun untuk menjadi pelatih di Persib Bandung. Hal ini tentu tidak didapatkan secara cuma-Cuma, dimana Mario Gomez harus mampu membuat anak didiknya meraih kemenangan selama menjadi pelatihnya. Selain itu, PT persib Bandung percaya bahwa waktu 2 tahun bisa dikatakan cukup untuk membuat anak didiknya menjadi solid dan bisa meraih kemenangan.

 

Hal ini dilakukan agar sejarah tidak terulang kembali. Dimana pada tahun 2009 lalu sampai tahun 2012 PT Persib Bandung telah mengubah pelatih sebanyak tujuh kali. Namun, saat ini Persib Bandung ingin mengulang kemenangannya seperti pada tahun 2014 sulam, dimana mereka meraih kemenangan pada pertandingan Indonesia Super League (ISL).

 

Glenn Sugita sebagai direktur utama PT Persib Bandung telah mengambil keputusan bahwa Mario Gomez akan diberikan kontrak selama 2 tahun. Untuk menghindari hal buruk yang terjadi antara tahun 2009 dan 2012. Selain belajar pada pengalaman Glenn Sugita percaya bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil dan tidak ada kesuksesan yang dapat diraih tanpa proses yang baik. Sehingga, waktu 2 tahun dirasa sangat cukup untuk melatih timnya.

 

Direktur utama PT Persib Bandung ini menceritakan proses kesuksesannya dengan sangat antusias, dimana pada tahun pertama sangat sulit membuat tim menjadi solid. Sehingga, waktu satu tahun hanya dilakukan untuk membentuk tim yang sangat solid. Kemudian, pada tahun kedua merupakan tahun pembalasan, artinya menutupi kekurangan tim pada tahun sebelumnya. Sehingga membentuk tim yang sangat solid. Kemudian, pada tahun ketiga PT Persib Berhasil menempati posisi ketiga dalam pertandingan Indonesia Super League (ISL). Dan pada tahun terakhir akhirnya tip Persib Bandung mampu menjadi juara pertama dalam pertandingan Indonesia Super (League).

 

Catatan sejarah mengatakan bahwa tidak ada pelatih asing yang berhasil membuat tim Persib Bandung menjadi juara, kecuali Dejan Antonic yang menjadi satu-satunya pelatih asing yang berhasil membentuk tim Persib Bandung menjadi juara. Akankah Mario Gomez mengikuti perjalanan Dejan Antonic atau malah menyerah dan mengundurkan diri seperti pelatih-pelatih asing yang pernah dikontrak oleh PT Persib Bandung.

 

Harapan Glenn Sugita sebagai direktur utama PT Persib Bandung kepada Mario Gomez adalah semoga Mario Gomez bisa bertahan dan mampu membawa tim Persib Bandung pada kemenangan seperti yang telah dilakukan oleh Dejan Antonic. Maka dari itu, Glenn Sugita memberikan waktu 2 tahun kepada Mario Gomez dan tidak ingin terburu-buru dalammembentuk tim yang solid sehingga mampu meraih kemenangan. Seperti halnya pada tahun 2014 dan 2016 lalu dalam pertandingan torabica soccer champiomship yang berada dibawah pelatih Dejan Antonic, yang kemudian juga ikut mengundurkan diri.

 

Sebagai seorang pelatih, seharusnya mampu membentuk tim yang sangat baik, bukan meninggalkan tim saat mengalami keterpurukan seperti halnya yang dilakukan oleh pelatih-pelatih Persib Bandung selama ini. Pelatih menjadi sumber kekuatan atau kelemahan di dalam tim itu sendiri. Bagaimana tidak, karena pelatih sebagai aktor utama dalam sebuah tim.

 

post

Persib Kehilangan Satu Pilarnya Di Laga Perdana Liga 1

Gelandang kreatif milik Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan dipastikan tidak akan ikut ambil bagian di laga perdana tim nya menyongsong liga 1 musim ini. Dia harus rela menyaksikan teman-temannya berjibaku dari tribun penonton saja karena cedera dia derita masih belum sembuh total. Sebelumnya Kim Jeffrey Kurniawan mengakumulasi cedera patah tulang fibula yang mengharuskannya untuk menyudahi musim 2017 lebih awal. Kondisi Kim Kurniawan saat ini sudah lebih baik, dia sudah bisa berlatih ringan dengan teman-temannya di Persib.

Persib Bandung akan menghadapi PS TIRA di laga perdana Gojek-Traveloka liga 1 Indonesia. Tim yang memiliki nama lain Pangeran Biru ini akan berlaga di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 26 Maret 2018 senin depan. Tentu laga ini akan sangat disayangkan oleh Kim Kurniawan, karena selama ini dia menjadi tulang punggung timnya di sektor lapangan tengah.

Nampaknya Kim Kurniawan masih sangat pesimis kalau dirinya akan bisa bertanding membantu Persib di awal-awal musim, karena kondisinya yang masih terbilang cukup rawan. Dia mengatakan “mungkin di awal-awal pertandingan saya masih akan absen. Tapi harapan saya dalama beberapa pekan ke depan saya sembuh total dan sudah bisa bergabung di lapangan dengan teman-teman”, ujar Kim menyampaikan harapannya. Mungkin masih sangat hangat diingatan kita ketika tekel Keras Rudi Widodo, pemain sayap Persija Jakarta, membuat kim Kurniawan harus ditandu keluar lapangan dan divonis mengalami patah tulang fibula.

Melihat kekuatan Persib untuk musim ini, Kim Kurniawan memberikan asumsi bahwa, dirinya sangat optimis dan yakin dengan skuat yang ada di dalam tubuh persib untuk mengarungi kompetisi musim 2018 kali ini. Dia tidak setuju dengan beberapa asumsi yang menguap bahwa, Persib akan semakin tenggelam seiring dengan keluarnya Michael Essien dari skuat Pangeran Biru.

Memang, langkah Persib terbilang sangat berani, setelah berhasil mendatang bomber anyar asal Argentina, Jonathan Bauman. Langkah mendepak Essien ini menjadi sebuah kewajiban sekaligus pilihan pahit bagi Persib, karena mereka harus mendepak satu pemain impor jika mau mendatang pemain impor lainnya, dan Essien menjadi tumbal langkah itu. Di dalam skuat Persib ada pemain Impor, Ezechiel N’douassel, Bojan Malisic, dan Oh in Kyun. Dan manajemen Persib Bandung memilih Essien untuk mencopot seragam kebanggan miliki Pangeran Biru untuk memeberikan slot pada Jonathan Bauman, seperti yang menjadi regulasi di liga 1 Indonesia terkait pemain asing.

Menanggapi didepaknya Michael Essien dari skuat Persib, Kim Kurniawan memberikan penilaian “sejauh ini persiapan kami sudah cukup matang dan kuat, dan kita sudah siap untuk menyongsong musim ini. Saya yakin, pelatih mempunyai optimisme yang kuat kepada skuat yang dimiliki. Dan yang paling penting kita tidak memandang rendah diri kita sendiri dan selalu optimis”, tandasnya ketika ditanya mengenai skuat Persib untuk liga 1 musim ini.

Jadi sepeninggal Essien, sektor lapangan tengah persib hanya akan ada satu nama asing yaitu, Oh In Kyun. Peran Essien sebagai jenderal lapangan tengah akan diambil oleh Dedi Kusnandar atau Eka Ramdani yang memiliki pos sama seperti Essien. Tidak lupa juga Kim Kurniawan sendiri ketika sudah sembuh dari masalah cedera yang membekapnya. Di luar itu, Persib Bandung masih akan tampil sebagai competitor untuk memperebutkan gelar juara musim ini, hadirnya pemain-pemain seperti Febry Haryadi dan beberapa pemain asing seperti Ezechiel tidak bisa dianggap remeh oleh tim-tim lain

post

Zidane Kecewa Pada Penampilan Ronaldo

Publik tentu masih ingat aksi sang bintang mahal dunia yang mendorong wasit beberapa saat lalu pada leg pertama Piala Super Spanyol kontra Barcelona, Christiano Ronaldo. Tentu saja aksi yang kurang baik tersebut membuat Ronaldo kecewakan Zidane sebab diskorsing selama empat laga La Liga.

 

Ronaldo pun juga dikabarkan harus membayar denda sejumlah 3005 euro akibat aksi nekat tersebut. Selain itu, skors akibat kartu merah membuat akumulasi skorsing Ronaldo menjadi lima laga La Liga.

 

Penampilan perdana sang bintang peraih Ballon d’Or beberapa kali itu jauh dari harapan. Performanya saat menjamu Espanyol adalah hasil yang kurang memuaskan menurut sang pelatih yang juga mantan pemain Real Madrid tersebut. Padahal seharusnya Ronaldo kecewakan Zidane tidak terjadi setelah lama absen pada laga pertandingan La Liga Spanyol. Ia diharapkan mampu menciptakan banyak gol seperti sosok Ronaldo yang selama ini dikenal publik.

 

Ronaldo kecewakan Zidane nyatanya tidak mampu mempersembahkan satu gol pun di kandang sendiri. Justru pemain lain yakni Isco berhasil memberikan dua gol kemenangan untuk para pendukung Los Blancos di Santiago Bernabeu. Tentu hasil tersebut membuat nama Ronaldo sedikit kurang didengungkan para Madridista. Apalagi Ronaldo berhasil mencetak lima gol dalam dua laga Liga Champions namun belum satu pun untuk klub tercinta di ajang La Liga Spanyol.

 

Sebenarnya pemain asal Portugal yang berusia 32 tahun tersebut memiliki beberapa peluang untuk menciptakan gol selama laga kontra Espanyol berlangsung. Ronaldo kecewakan Zidane karena ia bermain dalam kondisi yang fit namun urung menciptakan gol.

 

Meski begitu, pelatih asal Perancis tersebut mengakui bantuan Ronaldo kepada Isco yang luar biasa hingga mampu tumbangkan Espanyol. Zidane pun berharap peruntungan sang pemain di bawah gawang akan berubah lebih baik pada pertandingan selanjutnya.

 

Sejauh ini, karir sepak bola Ronaldo memang cemerlang sejak hengkang dari Manchester United dan bergabung dengan Los Blancos pada tahun 2009 yang lalu. Ia berhasil mempersembahkan banyak gol yang membuat namanya tercatat sebagai pemain terbaik dunia.

 

Ronalfo bahkan mengalahkan Lionel Messi dan Gianluigi Buffon pada penganugerahan pemain terbaik Eropa pada bulan Agustus lalu di Monaco. Ronaldo menjelma menjadi ikon Real Madrid sejak bergabung hingga hamper satu dekade ini.

 

25 gol yang dipersembahkan sang mega bintang musim lalu tampaknya menjadi rekor gol terendah yang diberikan Ronaldo selama ia bergabung bersama Los Blancos. Tentu Ronaldo harus kembali memperbaiki performa apiknya jika ingin kembali mendapatkan status sebagai top scorer musim anyar La Liga.

 

Ronaldo kecewakan Zidane tentu tak akan kembali berulang. Ini mengingat pria satu anak itu adalah sosok pemain yang kerap menciptakan hat trick fantastis selain ikon sepak bola rival abadi, Lionel Messi

post

Sambutan Hangat Al-Khelaifi Untuk Mbappe

Sambutan hangat dilayangkan oleh Al-khelaifi atas kedatangan Mbappe. Sambutan itu dirasa sangat pantas sebab Mbappe ikut bergabung bersama Les Parisien. Atas bergabungnya Mbappe ke Les Parisien diharapkan mampu mengudarakan kesuksesan PSG pada setiap musim. Sedangkan di sini, Mbappe menyatakan ingin bermain dengan Neymar, penyerang anyar yang handal.

 

Baca Juga : Sbobet Mobile – Kasus Penggelapan Pajak Ronaldo

 

Dibalik sambutan hangat Al-khelaifi kepada Mbappe, Al-khelaifi menyimpan rasa senang luar biasa dan harapan kepada Mbappe. Sepreti pernyataan Al-khelaifi sendiri, bahwa dia sangat senang dengan gabungnya Mbappe ke PSG. Dengan bergabungnya pemain tersebut diharapkan PSG meraih kesuksesan lebih banyak lagi. Bergabungnya Mbappe diharapkan membawa dampak yang baik untuk Al-khelaifi.

 

Awal mula bergabungnya Mbappe sebenarnya menjadi spekulasi banyak pihak. Akankah Mbappe benar-benar mengakhiri perjuangannya bersama AS Monaco dan berpindah kepada PSG? Meskipun belum muncul jawaban yang benar, namun sekarang jawaban sebenarnya telah ditemukan. Dengan bukti kesungguhan Mbappe bergabung dengan PSG dan rela meninggalkan klubnya dulu.

 

Disini pernyataan yang tidak kalah mengejutkan adalah saat PSG mengumumkan bahwa, Mbappe akan digaet melalui status pinjaman dalam waktu satu musim, sampai  tanggal 0 Juni 2018. Kesepakatan disanggupi dengan opsi, pembelian dilakukan secara permanen. Andaikan diaktifkan, artinya mengikat Mbappe sampai kontrak 30 Juni 2022.

 

Penyebutan pada media-media tidak secara rinci. Namun kabar yang beredar menyebutkan PSG rela mengeluarkan dana mencapai 180 juta euro demi bergabungnya Mbappe. Penghargaan tersebut sebenarnya sebanding dengan prestasi Mbappe, yang bermain apik pada bursa transfer musim panas tahun ini. Mbappe pemain ini masih dikenal amat muda, masih berusia 18 tahun.Pemain muda ini juga dikaitkan bersama klub besar Eropa, salah satu klub Real Madrid.

 

Dengan sambutan hangat Al-khelaifi terhadap Mbappe membuat PSG menjadi perhatian publik pada transfer musim tahun ini. Sebelumnya klub ini menjadi jendela perhatian karena membawa Neymar dari Barcelona. Meskipun mengantongi perhatian dunia yang luar biasa ternyata PSG juga mendapat kecaman keras.

 

Dari semua sambutan hangat Al-khelaifi tidak membuat semua dunia senang. Presiden La Liga berkali-kali melayangkan ancaman kepada PSG, Jevier Tebas sangat tidak suka atas PSG yang berani menggondol satu pemain bari Barcelona, Neymar. Ancaman terbesar dari Tebas adalah ingin membawa PSG ke meja pengadilan di seluruh Eropa. Namun ancaman tersebut sampai sekarang belum terlaksana.

 

Sambutan hangat Al-khelaifi mengundang kontroversi yang luar biasa, karena sebelumnya Neymar dari Barcelona juga digondol oleh PSG. Ancaman Tebas tidak hanya sampai disitu, Tebas terus menyuarakan agar PSG dihukum oleh UEFA dan Manchester City yang dianggap mengkoyakan pasar sepakbola. Perlakuan Tebas seperti itu membuat Prancis semakin geram, sehingga Ligue 1 mengunyah keras ucapan Tebas itu.

 

Ligue 1 mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan untuk Tebas. Inti dari penyataan tersebut, Ligue 1 mengingatkan kekuatan dan aturan-aturan hanya bisa dibuat oleh UEFA. Disini yang menentukan patuh maupun tidak terhadap FFP juga UEFA. Kelakuan Tebas sedemian itu dikarenakan rasa panik Tebas karena tim seunggul Barca sekarang tak kebal dari kekuatan uang tim kaya lainnya.

post

Kesebelasan AS Monaco Sedang Panen Raya

Tim AS Monaco ibarat sebuah ladang yang sangat subur untuk para pemain bibit muda untuk dirawat, dipanen, kemudian dijual, akan tetapi tanpa harus mengorbankan prestasi tim. Di dalam beberapa musim terakhir ini, setiap kali bursa transfer dimulai, Tim AS Monaco kerap kali menjadi rujukan utama bagi tim-tim Elit Eropa guna bisa memenuhi hasrat besar mereka dalam belanja pemain. AS Monaco, harus kita akui, selalu berhasil memproduksi pemain usia muda yang sangat berkualitas.

 

Padahal di dalam empat musim yang lalu, Tim AS Monaco itu mencanangkan revolusi usai sukses promosi ke Ligue 1 Perancis 2013-2014 dengan menggelontorkan dana mencapai €150 juta guna mendatangkan pemain-pemain anyar, diantaranya ialah James Rodriguez dan juga Radamel Falcao. Hasilnya cukup memuaskan dikarenakan mereka bisa langsung mengakhiri kompetisi sebagai runner-up pada musim itu.

 

Akan tetapi pemilik Tim AS Monaco, Dmitry Rybolovlev beserta wakil presiden klub, Vadim Vasilyev tiba-tiba saja merubah haluan timnya pada musim panas tahun 2014. Sebuah kebijakan “Glaticos” ini dinilai akan sangat beresiko dikarenakan AS Monaco akan selalu dibayang-bayangi hukuman Financial Fair Play, yang pada saat itu baru saja diperkenalkan oleh pihak UEFA, dan juga merupakan sebuah masalah soal pajak mengingat mereka merupakan tim yang berbasis di negara suaka pajak.

 

Singkat cerita, kebijakan yang diambil ialah mengembangkan para pemain muda kemudian membiarkan mereka pergi saat waktu yang pas. Dimulailah sebuah proyek batu milik Tim AS Monaco tersebut.

 

Akademi tim, La Turbie, mampu berkembang dengan sangat pesat. Pelatih Leonardo Jadim dengan sangat berani mempromosikan pemain-pemain muda seperti Yannick Ferreira Carrasco, Layvin Kurzawa, dan juga pemain paling sensasional, Kylian Mbappe. Para pendukung AS Monaco seperti dibawa ke masa lalu tim saat berhasil menelurkan beberapa pemain terbaik seperti Thierry Henry, Emmanuel Petit juga Lilian Thuram, yang sukses menjadi pemain penting tim nasional Perancis saat berhasil menjadi juara Piala Dunia 1998 serta Euro 2000.

 

Akan tetapi yang lebih pantas diacungi jempol ialah kinerja dari para pemandu bakat AS Monaco. Mereka mampu mencuri pemain dengan kemampuan baik dari klub lainnya. Setelah berhasil memboyong pemain tersebut, mereka dimainkan di tim utama, dan dalam satu-dua tahun selanjutnya harga para pemain tersebut bisa melonjak sangat tajam. Contohnya seperti : Martial, Kondogbia, Bakayoko, Bernardo Silva, dan Benjamin Mendy.

 

Namun dengan penjualan-penjualan tersebut AS Monaco tetap memiliki performa yang stabil, bahkan musim lalu mereka berhasil menjadi juara Liga Perancis dan juga menjadi tim semifinalis Liga Champions.Menjadi tim penjual namun tetap bisa mempertahankan prestasi tim di atas lapangan tentu saja bukanlah persoalan yang gampang, akan tetapi AS Monaco telah berhasil melakukan hal itu dengan sangat mulus. Para pecinta sepakbola tentunya akan setia menanti panen raya AS Monaco selanjutnya

PSG dan Man City Di Awasi Oleh UEFA Dalam Bursa Transfer

UEFA awasi PSG dan Man City – Pada bursa transfer musim panas 2017, UEFA awasi PSG dan Man City dalam melakukan persiapan untuk kompetisi musim 2017/18 mendatang. Tindakan UEFA awasi PSG dan Man City ini dipicu karena The Citizen sudah mengeluarkan dana sebesar 220 juta pounds setara Rp 3,9 triliun untuk mendapat 5 pemain muda. Sementara PSG berencana membawa Neymar JR, dengan mahar 222 juta Euro setara dengan Rp 3,5 triliun.

 PSG dan Man City Di Awasi Oleh UEFA dalam Bursa Transfer

5 pemain muda yang berhasil di bawa Manchester City, diantaranya Danila Luis da Silva dari Real Madrid, Ederson Moraes dari Benfica, Kyle Walker dari Tottenham Hotspur dan Benjamin Mendy dari AS Monaco. Sementara Paris Saint Germain, sejauh ini baru membelanjakan 16 juta Euro setara dengan Rp 250 miliar, dengan mendatangkan pemain Real Sociedad Yuri Barchiche.

 

Setelah PSG menjual 2 pemainnya, yaitu Youssouf Sabaly dan Jean-Kevin Augustin dengan total transfer sebesar 17 juta Euro. Maka raksasa Prancis ini masih memiliki keuntungan transfer, sebesar 1 juta Euro.

 

Mengingat bursa transfer masih berjalan, tetap UEFA awasi PSG dan Man City. Hal ini dikarenakan manajemen dari Paris Saint-Germain memiliki rencana untuk membawa Neymar JR ke Parc des Princes. Menurut berita yang telah beredar, PSG sudah mempersiapkan dana sebesar 222 juta Euro untuk membuat Barcelona melepas pemain berusia 25 tahun tersebut.

 

Berdasarkan catatan bursa transfer di atas, membuat UEFA awasi PSG dan Man City di bursa transfer 2017. Pasalnya The Citizens dapat berpeluang melanggar peraturan FFP (Financial Fair Play), hal ini bukan lagi menjadi yang pertama untuk Manchester City, mendapat pengawasan khusus dari UEFA di bursa transfer.

 

Selain itu,Paris Saint-Germain dan Manchester City, pernah mendapat sanksi dari UEFA karena telah melanggar peraturan FFP. Petinggi UEFA yang memantau berjalannya bursa transfer menjelang kompetisi 2017/18, Andrea Traverso juga mengawasi 2 club Serie A yaitu AS Roma dan Inter Milan.

 

PSG dan Man City harus patuh terhadap peraturan FFP, bahkan aturan ini berlaku untuk semua club yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi di Eropa. Di dalam aturan itu dikatakan, setiap club tidak boleh mengalami kerugian dalam pembelian pemain. Kerugian yang masih bisa mendapat toleransi dari UEFA sebesar 26,8 juta pounds dalam 3 musim terakhir.

 

Manchester City pernah mendapat kasus FFP, dengan menjadi terdakwa sebagai pelanggaran terhadap aturan UEFA yang sudah ditetapkan pada tahun 2014. The Citizen mendapat hukuman, dengan mengurangi pemain yang ikut dalam kompetisi Champions League, dari 25 pemain hanya 21 pemain yang diperbolehkan ikut. Oleh karena itu tidak salah jika UEFA awasi PSG dan Man City di bursa transfer